Selamat datang di Diary Akhwat CAN. Kami adalah salah satu tim yang terpilih mengikuti One Month Entrepreuner 2 Jawa Barat. Harapan kami adalah menjadi salah satu tim yang terbaik, terutama dihadapan Allah SWT.
Jumat, 19 November 2010
KEEP SMILING...:)
Bukan karena hidup bahagia lalu
"kamu tersenyum",
Tapi karena kamu tersenyum maka
"hidup jadi bahagia"...
:) Bukan karena semua orang bersahabat lalu
"kamu tersenyum",
Tapi karena kamu tersenyum maka
"semua orang jadi bersahabat"...
:) Bukan karena pekerjaan menyenangkan lalu
"kamu tersenyum",
Tapi karena kamu tersenyum maka
"pekerjaan jadi menyenangkan"...
:) Bukan karena keluarga harmonis lalu
"kamu tersenyum",
Tapi karena kamu tersenyum maka
"keluarga jadi harmonis"...
Bukan dunia yang membuat
"kamu tersenyum",
Tapi senyumanmulah yg membuat
"dunia jadi tersenyum"...
Jangan hitung tahun-tahun yang lewat, hitunglah saat-saat yang indah...
HIDUP TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA NAPAS YANG KITA HIRUP melainkan DENGAN SAAT-SAAT DIMANA KITA MENARIK NAPAS BAHAGIA.
Soooo...keep Smiling, keep Shinning....:)
Barakallahu Fiikum...
Catatan Pramono 'Pakde' Dewo II
Senin, 08 November 2010
MENJUAL SISIR PADA BIKSU
Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.
Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.
Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara. Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab:
"Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung Sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab:
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah
cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan
1,000 buah sisir!"
MORAL DARI CERITA
Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :
1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.
Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.
Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."
"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita." Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3
Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%.
Teruslah bersemangat menjadi entrepreneur indonesia...!
(diambil dari tulisan PRAMONO 'PAKDE' DEWO)
Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.
Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara. Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab:
"Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung Sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab:
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah
cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan
1,000 buah sisir!"
MORAL DARI CERITA
Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :
1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.
Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.
Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."
"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita." Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3
Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%.
Teruslah bersemangat menjadi entrepreneur indonesia...!
(diambil dari tulisan PRAMONO 'PAKDE' DEWO)
Perjalanan Akhwat “CAN”
Perjalanan 40 besar tim yang lolos di OME 2 IIBF Jawa Barat tidaklah mudah. Setelah lolos di babak pertama dan menyingkirkan lebih dari 100 tim, kami diharuskan untuk membuat Video profil tentang tim kami. Celakanya, tak satu pun dari kami tahu bagaimana cara membuatnya. Dan tak seorang pun yang bersedia untuk membuatkannya.
Setelah berembuk rapat dan diskusi, akhirnya kami memutuskan untuk membuat videonya pake Movie maker saja. Hampir setengah hari kami mengikuti tutorialnya. Dan jadilah video yang hanya berdurasi kurang lebih 3 menit saja itu menjadi sejarah. Menjadi sejarah karena kami lolos pada babak berikutnya. Tahukah kawan, kami membuatnya semalam suntuk, benar-benar menyejarah memang.
Pada babak final menuju 40 besar, kami menjalani wawancara ulang. Tapi kali ini kami benar-benar menjadi terdakwa. Mhm… satu lawan banyak pokoknya. Alias jurinya pabalatak. Dan kami, 3 orang terdakwa merasa berada di hot seat. Luar biasa panas., pertanyaan utamanya adalah apa arti sukses menurut kami.
Kami tak menyangka, dari 55 tim yang sudah terseleksi ternyata kami termasuk ke dalam 40 tim yang berhak mengikuti OME 2 IIBF Jabar. Walaupun saat ini, kami merasa jadi tim under dog kami tetap semangat hehe. Kenapa under dog?? Karena ibarat pion lawan king. Di kelompok lain, orang-orangnya sudah teruji, bahkan ada selebriti pula. Orang-orang hebat yang kami tahu hanya lewat fb or media kini menjelma dihadapan kami semuanya. Ada trainer, pengusaha, penyiar radio, politikus, juara2 bisnis plan, ustad2 para aktifis semuanya ngumpul. Kami, siapa ya???
Kami sangat beruntung memang, bisa terpilih menjadi 40 tim OME 2 IIBF Jabar. Kami bisa mengenal orang-orang yang sangat luar biasa hebat. Jangan-jangan waktu penyeleksian, dewan jurinya salah milih hihihi. Atau mungkin, kami rangking ke 40 di penyeleksian akhir. Mhm… apapun alasan dewan juri, kami sangat berterimakasih atas kesempatannya. Dan kami akan berusaha melakukan yang terbaik.
Selasa, 02 November 2010
Taaruf Yuuk!!
Perkenalkan, kami adalah salah satu tim yang atas ijin Allah SWT dapat terpilih menjadi salah satu peserta One Month Entrepreuner 2 IIBF Jawa Barat. Nama tim kami adalah "Akhwat CAN", banyak yang bertanya bagaimana cara membaca dan mengartikannya. Namun jawaban kami adalah kalau kami tim ikhwan, maka kami akan menamakannya Ikhwan Gan Xixixi
.
Berikut ini adalah personil Akhwat CAN:
Reni Shiren Aulia Nuryanti, si Unik yang rumit.
Lahir di Sanggau 04 Oktober 1988, namun sejak kecil dibesarkan di pelosok Garut selatan. Sehingga gadis kecil ini tumbuh dengan sejuta mimpi dan segudang misi. Terlahir di keluarga sederhana dan bahagia. Saat ini tengah merampungkan kuliahnya di Bandung Business School.
Riecha Fitri Rahayu, Si Penyabar dan baik hati.
Lahir di kota Garut 09 Mei 1989, dibesarkan di banten dan Jelekong Bandung. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, gadis ini tumbuh menjadi gadis yang paling perhatian dan penuh kasih sayang. Saat ini tengah menyelesaikan kuliahnya di jurusan Manajemen Keuangan, Bandung Business School.
Yanti Munadiah, Si Keras kepala yang berkarakter.
Lahir di Garut 14 September 1988, Dibesarkan di lingkungan terminal, tapi tidak menjadikannya kriminal. Meskipun sangat keras kepala tapi tetap peduli pada sesama. Sering terjebak haminjai, dan saat ini lagi nyusun Skripsi di Bandung Business School juga.
Langganan:
Komentar (Atom)






